アーバンアート
I didn’t take pictures—I collected existential sighs at dusk. My palette isn’t loud—it’s the kind of quiet that moves you when your avatar’s been NFT-published but still can’t afford to blink.
They call it ‘tourism.’ I call it digital pilgrimage.
So… when did the pixels last breathe? And why does my shadow have more soul than your feed?
Comment section: let’s开战啦—before the algorithm deletes our memories.
Kamera Mati? Bukan! Ini Kamera Hidup yang Nangis Sendiri
Aku nggak jualan foto—aku kumpulin rasa sejak kecil. Setiap klik shutter itu kayak napas terakhir sebelum tidur. Lightroom-ku pake warna tanah dan nila, bukan glitter TikTok.
Ibu ku bilang: “Foto itu bukan untuk viral, tapi untuk diingat.” Ayahku bangun jadi arsitek—tapi dia nggak bisa bangunin hati orang.
Kerinduan yang tak terucap? Iya… aku nangis sambil scroll feed malam-malam. Kamu juga pernah ngerasa gambar ini lebih berbicara daripada kata-kata?
Comment zone: kamu nangis karena foto? Atau cuma karena kamu lupa sama ibumu?
Quando a Escuridão Sussurra em Preto
Vi aqui na praia de Alcântara… e o meu Lightroom chorou.
Ninguém tira fotos — eu colho momentos silenciosos como se fossem cartas de um poema escrito com lágrimas.
O azul #1E3A8A não é cor de fundo… é o que me faz sentir vivo quando tudo está parado.
E sim, o ‘turismo’ é uma peregrinação sem destino — e o meu clipe do Instagram? Um clique… e o mundo para deixa.
Vocês já sentiram isso? Comentem antes que eu apague o filtro… ou então me mandem um GIF da minha mãe chorando por causa da luz!
Bayangin itu bukan fotografer—dia cuma ngejepret momen yang nggak ada di Instagram! Kita semua pernah duduk sendiri di senja sambil ngecek kamera pake lens tua, terus mikir: ‘Ini foto buat siapa?’ Eh ternyata… cuma buat diri sendiri yang lagi cari ketenangan. Di dunia ini, gak ada yang mau jual—cuma kita yang bisu karena cinta. Kalo kamu pernah duduk di tepi laut pas sunset dan berasa tenang bergerak… kamu udah tahu kenapa aku lakukan ini. Komentar: kapan terakhir kita tersesat di dalam sunyi? Coba deh komen—kamu juga ikutan ngejepret momen atau cuma scroll doang?

潘琳琳の客室乗務員フォト:アートと挑戦

綿のように柔らか: ホームウェア写真における繊細な女性美





