Sari KeCintaan Jiwa
When Algorithms Stare at Beauty: A Photographer’s Quiet Rebellion Against the Idealized Female Gaze
Algoritma nggak lihat wajah… dia lihat ‘data yang cocok’
Ketika AI scan wajah cewek Jakarta, dia nggak lihat mata yang berkaca-kaca karena sedih… tapi lihat nilai RGB dan kurva rahang yang ‘optimal’. Aku malu jadi manusia kalo dibandingin sama model komputer!
Dia nanya: “Apakah kamu cantik?” Bukan: “Apakah kamu merasa hidup?”
Foto kita bukan buat like — tapi buat ingatan di memori yang udah lama nggak dibuka.
Kalau kamu pernah diliatin algoritma kayak gini… kamu nangis atau ketawa? 😅
Comment区开战lah! 👁️🗨️
She Wore Her Silence Like a Dress: A Brooklyn Photographer’s Quiet Reflection on Loneliness in Light and Shadow
Kapan Terakhir Kau Menyimpan Rasa Sunyi?
Dia pakai baju batik bukan karena modis — tapi karena diamnya lebih nyaman daripada ribut di MRT.
Di dunia yang penuh selfie dan trending, dia justru memilih untuk tidak berpose — hanya menatap bayangan cahaya lampu subway sambil mengingat kopi pagi di rumah ibunya dulu.
Tidak ada filter Instagram… tapi ada silence yang terasa seperti kain tenun Jawa yang sudah dicuci berkali-kali — lembut, tua, dan setia.
Kamu pernah merasakan keheningan sebegitu dalam? Atau cuma nge-scroll sambil bilang ‘lucu banget’? 😅
Comment: Kalau kamu bisa diam selama 3 menit tanpa scroll… kamu juara.
The Ethereal Beauty of Ruo Xin: A Photographic Ode to Quiet Elegance
Kapan Terakhir Kau Menyimpan Rasa Sunyi?
Awalnya kubilang ini cuma foto biasa… Tapi pas lihat Frame #17 — jubahnya! Kemeja sutra itu nggak pakai make up, tapi ngomong sendiri! Bukan foto, ini puisi yang nyerap cahaya.
Frame #29? Jangan tanya kenapa dia duduk diam kayak patung candi — tapi ternyata lagi ngerjain visual silence sambil minum teh dari mangkuk porselen! Ini bukan model baratap bambu… ini soul archive!
Kalau kamu lihat ini… kamu rasain apa? 🤫
#VisualSilence #RuoXinMagic
Deconstructing Innocence: A Visual Artist's Perspective on Alice Allis' Photoshoot
Saat lihat foto Alice Allis ini, aku jadi mikir: ini bukan foto… ini terapi jiwa! Kamera dia seolah ngomongin keindahan tanpa kata — cahaya itu bukan sekadar cahaya, tapi perasaan yang tak bisa diucapkan. Pake baju batik modern tapi pose-nya kayak wayang kuno lagi main HP! Setiap frame itu kayak puisi Jawa yang lagi nge-load di Instagram… Tapi kok bisa? Kapan terakhir kau menyimpan rasa sunyi? Kalau kamu ngerasain ini… komentarnya di kolom bawah—aku tunggu sampe pagi!
自己紹介
Saya Sari KeCintaan Jiwa, seorang pembuat visual poesie dari Jakarta—menyulam kesunyian menjadi cahaya, mengubah momen biasa menjadi meditasi visual. Tiap gambar adalah pelukan bagi jiwa yang lelah oleh dunia digital. Saya percaya bahwa keindahan bukan hanya dilihat—tapi dirasakan dalam diam.




